Laboratorium Kimia Komputasi Gedung D8 Lantai 3 +62818294312 kasmui@mail.unnes.ac.id

Bagaimana Membuat Grafik Profesional Dalam Google Sheets

Simple Pie Chart Made in Google Sheets
Grafik pie sederhana ini, dibust di Google Sheets, menunjukkan persebaran penjualan harian dalam seminggu. Kamu bisa dengan cepat melihat bahwa hampir semuanya sama, dengan Jumat sebagai hari berbusnis terbaik.

Ketika saya memiliki daftar data yang besar, saya biasanya akan melemparnya ke dalam sebuah grafik dan menganalisanya. Jika saya mencari tren, atau bagian terbesar dari sesautu, dia akan muncul secara cepat di dalam grafik. Grafik adalah pemberi makna ke datamu.

Satu dari alat favoritku untuk membuat grafik adalah Google Sheets. Ini gratis dan bisa digunakan dari browser-mu, sehingga kamu tidak perlu membeli alat lain seperti Microsoft Excel. Dalam tutorial ini, saya akan mengajarimu cara menggunakan Google Sheet untuk membuat grafik atraktif secara mudah.

Jika kmau ingin mulai membuat grafik di Google Sheets, cek screencast di bawah. Saya akan berlanjut ke pembuatan grafik paling pertamamu di Google Sheets.

Video Thumbnail

Tutorial di bawah ini memiliki lebih banyak contoh tentang cara menggunakan grafik di Goolge Sheet. Baca untuk menjadi master dalam data visual.

Jika kamu belum membuat akun google, mulai dengan pergi ke Halaman Awal Google Drive. Kamu bisa mulai masuk dengan akun Google yang telah ada, atau membuat sebuah akun Google gratis untuk memulai.

Setelah kamu masuk ke akun Google Drive-mu, buat sebuah sheet baru dengan menekan New dan pilih Google Sheets. Ini akan membuat sebuah spreadsheet baru di mana kamu bisa menambahkan datamu lalu membuat grafik menggunakan data tersebut.

New Google Sheet
Pergi ke New > Google Sheets untuk membuat spreadsheet baru.

Setiap grafik dimulai dengan data di dalam sebuah Sheet. Setiapnya harus berada pada barisnya sendiri di spreadsheet.

Google Sheets Data
Gunakan sati baris data untuk tiap kategori yang ingin kamu ringkas.

Jika kamu ingin grafiknya menampilkan ringkasan dari datamu, grup datanya sebelum membuat sebuah grafik baru. Contohnya: Gunakan hasil bulananmu ketimbang menggunakan yang harian untuk membuat grafik terlihat bagus dan bersih.

Setelah kamu masukkan datamu ke spreadsheet, sorot kolom yang ingin kamu masukkan ke dalam grafik. Cara favorit saya untuk melakukannya adalah dengan menekan column headers (garis vertikal dengan huruf di atasnya) dan sorot mereka.

Highlighted columns in Google Sheets
Sorot kolom yang berisi datamu untuk membuat grafik pertamamu.

Akan jadi bagus jika menyorot keseluruhan kolom. Dengan begini, saat menambah data nantinya akan secara otomatis memasukkan ke dalam grafik, dan akan diperbaharui secara real time.

Kamu juga bisa hanya menyorot kolom yang akan kamu masukkan sebagai data. Klik ke kolom untuk memasukkannya ke grafik lalu tahan Ctrl di Windows (Cmd di Mac) dan klik column header lainnya.

Ketika kamu telah memilih datamu, cari menu Insert di atas spreadsheet. Pilih Chart untuk memasukkan grafik ke Google Sheets-mu.

Insert Chart in Google Seets
Dengan data terpilih, pilih Insert > Chart untuk membuat grafik pertamamu.

Sekarang kamu telah merilis pembuat grafik Google Sheets, kamu bisa memilih di antara variasi dari format grafik. Tipe grafik yang kamu pilih harus berdasarkan format data yang kamu kerjakan, dan cara yang kamu inginkan untuk menampilkan datanya (lebih lanjutnya sesaat lagi)

Setelah kamu merilis editor grafik, ada beberapa tab untuk membuat grafik pertamamu. Salah satu fitur kesukaan saya dari Sheets adalah dia menyarakan tipe grafik. Ini sebenarnya melihat pada yang kamu pilih, kemudian menyarankan grafik yang cocok dengan struktur data. Tab Recommendations berisi beberapa ide dan variasi dari penampilan datamu.

Google Sheets Chart Editor Recommendations
Tab Rekomendari Editor Grafik Google Sheets.

Jika kamu tidak suka rekomendasinya, pilih Chart Types dari menu untuk memilih dari aneka kemungkinan grafik yang tersedia. kamu bisa memilih tipe dari grafik, dan juga sedikit variasi dari grafik tersebut (seperti garis halus ketimbang yang bersiku untuk grafik garis.)

Modified Chart Type in Google Sheets
Modifikasi Tipe Grafik di Google Sheets.

Kamu bisa memilih Customization untuk men-tweak tampilan dari grafikmu. Saya cenderung memasukkan grafik saya terlebih dahulu, kemudian men-tweak-nya.

Setelah kamu meletakkan grafikmu ke Google Sheet, kamu bisa mengkostumisasi untuk membuat tampil seperti yang kamu inginkan termasuk memperbaharui judul grafik dan mengubah gaya tampilannya.

Change your chart presentation style with Advanced Edit
Mengubah gaya grafikmu dengan menggunakan Perubahan Lanjutan

Untuk mengakses pilihan edit, klik kanan (klik di Mac) pada grafik yang baru saja ditempatkan dan pilihAdvanced Edit. Ini akan membuka opsi pengubahan grafik untuk mendesai grafik menjadi yang kamu suka.

Ada banyak pilihan litani untuk mengkostumisasi grafikmu, mulai dari mengganti judul grafik atau warna garismu. Di bawah ini, kamu bisa melihat contoh dari grafik yang termodifikasi:

Modified Google Sheets chart example
Contoh Grafik Google Sheets yang Termodifikasi.

Perhatikan bahwa kamu juga bisa mengganti kembali ke Chart Types di menu jika kamu ingin mengganti keseluruhan grafik.

Kamu telah membuat grafik Google Sheets pertamamu. Sekarang waktunya untuk memikirkan penggunaan terbaik mereka dan perbedaan mereka. Mari telur belajar.

Google Sheet mengizinkanmu membuat aneka macam grafik. Di sini adalah contoh visual dari tiap time grafik dengan petunjuk kapan kamu harus menggunakannya.

  • Kapan Menggunakannya – Untuk menunjukkan permisa bagaimana datanya berubah dalam kurun waktu tertentu.
  • Contoh – Menunjukkkan beban penghasilan perusahaan, dari bulan ke bulan.

Sebuah grafik garis bagus untuk data berbasis waktu. Contohnya, jika kamu ingin melihat bagaimana performa perusahaanmu tiap bulan, kamu bisa mem-plot keuntungan sepanjang waktu untuk melihat hasil milik perusahaanmu.

Line Chart Google Sheets
Grafik garis sempurna untuk menunjukkan fluktuasi dalam suatu periode waktu.
  • Kapan Menggunakannya – Memvisualisasi 2 bagian berhubungan untuk membuat sebuah total.
  • Contoh – Menampilkan total biaya pegawai dengan menumpuk gaji dan keuntungannya.

Grafik area memberikanmu kesan dari skala dengan mewarnai area di bawah garis. Saya suka menggunakannya untuk “membangun” biaya atau jumlah dengan menumpuk baris di atas satu sama lainnya.

Area charts in Google Sheets
Grafik area berfokus pada mewarnai area di bawah garis untuk membuat indikator visual.

Sheets memberikan bermacam cara untuk menampilkan grafik area. Contohnya di atas, saya membuat beban pegawai saya diillustrasikan dalam grafik. Kombinasi dari gaji dan keuntungan adalah total dari beban pegawai.

  • Kapan Menggunakannya = Menampilkan tinggi dari tiap item dan membandingkan item terkait.
  • Contohnya – Gunakan sebuah grafik bar untuk menyajikan nilai dari langkah harianmu untuk dengan mudah membandingkannya dengan hari lainnya.

Grafik kolom dan batang mirip, karena merka menggunakan garis vertikal untuk menunjukkan nilai. Grafik kolom menggunakan garis vertikal, sementara grafik batang menggunakan garis horizontal. Di keuda kasus, mereka bisa membantumu memahami magnitudo dari item yang dia wakili.

Stacked Bar Chart in Google Sheets
Grafik batang adalah indikator visual yang menunjukannmu magnitudo dari nilai menggunakan garis.
  • Kapan Menggunakannya – Menampilkan hubungan suatu bagian ke keseluruhan.
  • Contohnya – Menampilkan persentase dari waktu yang kamu habiskan di tiap proyek.

Sebuah grafik pie adalah alat presentasi klasik, menunjukkanmu bagaimana bagian dari data terkait dengan keseluruhannya. Kamu bisa menggunakan grafik pie untuk menarik perhatian bagaimana banyak waktu telah dihabiskan ke suatu pekerjaan tertentu, contohnya.

Grafik pie Google Sheet akan secara otomatis membantumu mengkalkulasi persentase. Letakkan datamu di dua kolom dan buat sebuah grafik pie untuk secara otomatis membagi nilainya ke beberapa kategori.

Pie Chart sheets
Sebuah grafik pie membagi item ke sebua “pie” yang berisi tiap potongan dari pie yang mewakilkan proporsi; potongan yang besar menandakan nilai yang lebih besar.

Memilih jenis grafik merupakan pilihan pribadi, karena banyak tipe dari grafik yang bertimpangan dalam cara mereka menggunakan datamu. Akan jadi mudah untuk berganti antartipe grafik dan men-tweak di Sheets.

Tips utama saya dalam penggunaan grafik adalah memulainya denjgan berpikir mengenai apa yang ingin kamu sampaikan pada pemirsa. Pikirkan apa arti data tersebut dan pilih jenis grafik Google yang menyampaikan pesan tersebut.

Banyak orang mengidentifikasi mereka sebagai pelajar visual. Saya rasa bagian terbaik dari grafik adalah mereka menyadarkan bahwa kita semua belajar dan paham dalam cara yang berbeda. Pemirsamu kemungkinan besar adalah pelajar visual, dan grafik bisa membantu menyampaikan pesanmu.

Envato Tuts+ memiliki banyak sumber mengenai spreadsheets dan presentasi. Cek tutorial berikut untuk tetap belajar:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Read previous post:
Mendesain Bot Telegram Registrasi Terintegrasi Database Mysql

Sekarang ini satu hal yang wajib bisa dilakukan oleh seorang programmer web adalah mendesain bot...

Close